Ibadah Sholat Bagian I

SHOLATKU: Sudah benarkah??

( Bagian Pertama)

Oleh: Ustadz Abdul Baits Muchtar, Lc.MA

1. APA ITU SHOLAT ?

Sholat adalah: suatu ibadah yang terdiri dari ucapan-ucapan khusus, dilakukan dengan gerakan khusus, serta memenuhi persyaratan khusus, yang didahului dengan takbir dan ditutup dengan salam. Dan berikut ini maksud dari difinisi sholat:

a. Ibadah : adalah suatu amalan tertentu, baik yang wajib atau yang sunat yang dilakukan karena Allah dengan niat dan cara yang benar.

b. Ucapan khusus : adalah bacaan-bacaan dan lafadz –lafadz tertentu yang sudah ditetapkan kebolehannya oleh dasar dalil yang sah baik dalam Al Qur'an, hadits maupun ijma' ulama untuk boleh diucapkan dalam amalan ibadah tersebut. Dan ucapan khusus ini oleh ulama fiqh disebut Arkan Qauliah (rukun ucapan).

 

c. Gerakan Khusus: adalah suatu system teori dan cara praktek tertentu yang sudah ditetapkan keabsahannya oleh dasar dalil yang kuat baik di dalam Al Qur'an, hadits Nabi maupun ijma' Ulama untuk boleh digerakkan dalam amalan ibadah tersebut. Dan gerakan khusus ini oleh Ulama Fiqh disebut Arkan Fi'liyah ( rukun perbuatan).

d. Persyaratan Khusus: adalah suatu persiapan, perlengkapan dan fasilitas tertentu yang sudah ditetapkan keabsahannya oleh dasar dalil yang ada di dalam Al Qur'an, hadits Nabi dan Ijma' Ulama untuk dipenuhi dalam menjalankan amalan ibadah tersebut.

2. KAPAN & DIMANAKAH SHOLAT DILAKSANAKAN ?

Perintah diwajibkannya sholat yaitu setelah peristiwa isro' dan mi'roj pada tanggal 27 rajab kira-kira satu tahun sebelum hijrah ke Madinah, sholat pertama yang diwajibkan yaitu sholat dhuhur bertempat di kota Makkah. Dan menurut beberapa Ulama, ada beberapa macam sholat yang dikerjakan Rasulullah sebelum dan sesudah menjdai Nabi adalah sebagai berikut:

a. Sholat sebelum & sesudah turun wahyu sampai isro': Rasulullah sebelum diutus menjadi Nabi sudah menjalankan sholat sehari dua kali, yaitu pagi dua rekaat dan sore dua rekaat. Sebagaimana yang pernah dilakukan Rasulullah detik-detik sebelum mi'roj, namun tidak dijelaskan lebih rinci bentuk atau cara amalan sholat tersebut.

b. Sholat setelah isro' sampai sebelum hijrah: Rasulullah menjalankan sholat lima waktu, tapi masing masing masih dua rekaat, karena masih belajar sama malaikat jibril tentang tata cara yang sempurna.

c. Sholat setelah hijrah: Rasulullah menjalankan sholat lima waktu dengan 17 rekaat yang masing-masing sholat berlainan jumlah rekaatnya, sedangkan sholat dengan dua rekaat selain subuh yang pernah dilakukan oleh Rasulullah sebelum hijrah dijadikan sebagai sholat sunah atau tambahan beribadah kepada Allah.

3. KEMANA SHOLAT DILAKUKAN ?

a. Menghadap Baitul maqdis / masjid Al Aqsho di Palestina:

Sejak awal diperintahkannya sholat sampai waktu dhuhur di bulan ke 17 setelah Rasulullah hijrah ke Madinah, yang saat itu Rasulullah bersama para sahabat menjalankan sholat dhuhur dalam acara ta'ziyah di rumah Ummi Basyar yang anaknya meninggal. Di saat sholat dhuhur dilaksanakan baru dua rekaat, tiba-tiba datang wahyu untuk merubah arah dari masjid Al Aqsho ke Ka'bah di masjidil Haram mekkah.

b. Menghadap Ka'bah  di masjidil haram Mekkah:

Sejak sholat ashar di bulan ke 17 hijrah yaitu sesaat setelah turunnya wahyu perubahan arah kiblat  sampai hari qiamat. Jadi sholat yang benar bukan menghadap ke arah barat, timur, utara atau selatan dan juga bukan ke arah masjid Al Aqsho maupun masjidil Haram, tapi sholat menghadap ke ka'bah/kiblat di masjidil haram Mekkah.

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.. (Al Baqarah:144)

4. BERAPA REKAAT SHOLAT DILAKSANAKAN ?

a. Jumlah sholat dalam proses perintah: Jumlah sholat yang diperintahkan Allah dalam peristiwa mi'roj sebanyak 50 kali sholat sehari semalam, dengan pelaksanaan 100 kali rekaat selama 5 waktu, jadi setiap waktu ada 10 kali sholat dan setiap sholat ada 2 kali rekaat. Dan total jumlah sholat sehari semalam ada 50 sholat/100 rekaat.

b. Jumlah sholat setelah adanya perintah:

Sebelum hijrah : Jumlah sholat yang diperintahkan Allah sebanyak 5 kali sholat sehari semalam, dengan 10 kali rekaat. Dan beberapa Ulama berpendapat bahwa sholat sebelum hijrah hanya dijalankan oleh Rasulullah dan orang-orang tertentu yang masih terbatas.

Setelah hijrah : Jumlah sholat yang diperintahkan Allah sebanyak 5 kali sholat sehari semalam, dengan pelaksanaan 17 kali rekaat selama 5 waktu, jadi setiap waktu ada 1 kali sholat dan setiap sholat ada beberapa jumlah rekaat yang berbeda. dan total sholat sehari semalam ada 5 sholat / 17 rekaat.

5. BAGAIMANAKAH SHOLAT DILAKSANAKAN ?

a. Sholat dalam kondisi normal:

Sholat yang dilaksanakan sesuai tuntutan, tuntunan dan ajaran yang sudah ditetapkan oleh syariah dengan tidak boleh ditambah ataupun dikurangi sedikitpun, kecuali hal-hal tertentu.

b. Sholat dalam kondisi tidak normal:

Sholat yang dilaksanakan sesuai tuntutan, tuntunan dan ajaran yang sudah ditetapkan oleh syariah dengan menyesuikan situasi dan kondisi yang dihadapi oleh orang yang menjalankannya, diantaranya:

i. Belum /tidak mampu: seperti sholatnya orang yang baru masuk islam/muallaf, baru belajar, anak-anak, orang sakit dll, maka boleh menjalankan bacaan, gerakan atau persyaratan yang mereka mampui, namun bagi yang belum mampu bukan karena fisik dituntut untut untuk selalu belajar dengan hukum fardhu ain. Dan bagi orang yang tidak tau arah kiblat, seperti di hutan, maka cukup berijtihad sendiri sesuai keyakinannya.

ii. Ketakutan / Perang: boleh menjalankan sholat sambil menghadap kemanapun.

iii. Dalam perjalanan: boleh menjama' dan meringkas (qashor) yang empat rekaat menjadi dua rekaat.

iv. Lupa / waswas: dituntut untuk melengkapi sesuai jumlah yang diyakininya atau menambah. Contohnya seseorang menjalankan sholat isya empat rekaat, namun pada saat menjalankan rekaat ketiga dia lupa / ragu, apa sudah tiga atau dua yeeee? Maka ketika belum bisa mengingat atau meyakinkan jumlahnya, dia harus memilih yang jumlah yang terkecil / mengembalikan kepada asalnya, walaupun nanti teringat bahwa sholat dia jumlah rekaatnya lebih.

6. SIAPAKAH ORANG YANG WAJIB SHOLAT ?

Sholat diwajibkan bagi tiga golongan, yaitu muslim, aqil dan balig. Sedangkan 3 golongan yang tidak wajib shilat dalam waktu sementara adalah:

a. Orang tidur sampai ia bangun.

b. Anak kecil sampai ia balig

c. Orang gila sampai ia sembuh.

Mini Galeri

Ponpes Modern Al Buruj

  • Alamat: Jl. Raya Jepara-Kudus KM 10 Cemara Kembar Ngabul Tahunan Jepara Jawa Tengah Indonesia.
  • Telepon: (0291) 344 344 1.
  • Hp: 0877 80000 667.
  • Website: www.ponpes-alburuj.com