Ibadah Sholat Bagian III

KHILAFIYAH DALAM SHOLAT

DENGAN DASAR HADITS SHOHIH

(Bagian Ketiga)

Oleh: Ustadz Abdul Baits Muchtar, Lc. MA

1.     BATAS TANGAN SAAT TAKBIRATUL IHRAM:

a.     Mengangkat kedua tangannya setentang bahu, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar, ia berkata:"Rasulullah shallallahu alaihi wasallam biasa mengangkat kedua tangannya setentang bahu jika hendak memulai sholat, setiap kali bertakbir untuk ruku' dan setiap kali bangkit dari ruku'nya." (Bukhori&Muslim).

b.     Mengangkat kedua tangannya setentang telinga, berdasarkan hadits riwayat Malik bin Al-Huwairits, ia berkata:"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam biasa mengangkat kedua tangannya setentang telinga setiap kali bertakbir (didalam sholat)." (HR. Muslim).

 

2.    POSISI KEDUA TANGAN SETELAH TAKBIRATUR IHRAM:

a.     Tangan dibawah dada: "Rasulullah meletakkan tangan kanannya diatas tangan kirinya, dibawah dadanya dan di atas pusarnya (HR Muslim)

b.     Tangan di atas dada: "Rasulullah meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya, di atas dadanya. (HR Abu Daud).

3.    LETAK KEDUA TANGAN SAAT BERSEDEKAP:

a.     Meletakkan telapak tangan kanan pada punggung telapak kirinya, pegelangan atau lengan kiri, berdasar hadits dari Wail bin Hujr: "Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertakbir kemudian meletakkan tangan kanannya di atas penggung telapak tangan kiri, pergelangan tangan kiri atau lengan kirinya." (HRAbu Dawud, Nasa'i, Ibnu Khuzaimah, dengan sanad yang shahih dan dishahihkan pula oleh Ibnu Hibban,).

b.     Menggenggam pergelangan tangan kirinya dengan tangan kanannya, berdasarkan hadits Nasa'i dan Daraquthni: "Tetapi beliau terkadang menggenggamkan jari-jari tangan kanannya pada lengan kirinya." 

4.    BACAAN "BASMALAH" DALAM SURAT AL FATIHAH:

a.     Basmalah bagian ayat dari surat Al Fatihah, maka waktu bacaan pelan dan kerasnya disamakan dengan bacaan fatihah: Hadits dari Na'im (HR Nasai, Ibn Hibban dan Ibn Huzaimah)

b.     Basmalah bukan bagian dari surat Al Fatihah, tapi membacanya bersama Al Fatihah sangat dianjurkan: Hadits dari Anas (HR Nasai dan Ibn Hibban)

c.     Imam Ibn al Qayyim berkata: bahwa Rasulullah kadang membaca basmalah dengan suara keras, dan juga sering membaca basmalah dengan suara sir / pelan dalam sholatnya.

5.    MENUJU SUJUD:

a.     Meletakkan kedua lutut sebelum kedua tangan. Ini dalah pendapat Imam Syafi'I dan Hanafi, dengan berpegang pada dasar hadits dari Wa'il bin Hujr: "Aku melihat Rasulullah shalat mendahulukan lutut sebelum tangan dalam bersujud". (H.R. Abu Dawud, Tirmizi dan Nasai).

b.     Meletakkan kedua tangan sebelum kedua lutut. Ini adalah pendapat Imam Maliki dengan berpegang kepada dasar pada hadits dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah pernah melarang sujud seperti unta ketika hendak duduk.

6.    LETAK TANGAN KETIKA SUJUD:

a.     Bersejajar dengan telingah, "Terkadang beliau meletakkan tangannya sejajar dengan daun telinganya (ketika sujud) ( HR An Nasa'i dan Ibn Majah).

b.     Bersejajar dengan bahu, "Beliau meletakkan tangannya sejajar dengan bahunya"  ( HR. Attirmidzi).

7.    ANGGOTA SUJUD:

a.     Tujuh anggota badanyaitu: dahi, kedua tangan, kedua lutut dan kedua kaki. Berdasarkan hadits dari Abbas bin Abdul Muthalib, : "Aku diperintah untuk bersujud dengan tujuh (7) anggota badan; yakni dahi, dua tangan (dalam lafadhz lain; dua telapak tangan), dua lutut dan jari-jari kedua kaki." 
(HR.At Tirmidzi, Adu Daud, Nasa'i)

b.     Tujuh anggota badan, yaitu: dahi sekaligus hidung, kedua tangan, kedua lutut dan kedua jari-jari kaki. (HR.Muslim dan Nasai).

8.    MENGGERAKKAN JARI DALAM TASYAHUD:

a.     Jari telunjuk digerak-gerakkan: Riwayat Ashim bin Kulaib dai Wail bin Hujr "adalah beliau meletakkan tangan kanannya di atas lutut kanannya dan (meletakkan) tangan kirinya di atas lutut kirinya dan saya melihat beliau mengangkat jarinya kemudian menggerakkannya sambil berdo'a". (HR.Nasa'i : No 879 & HR. Ahmad : No 18115)

b.     Jari telunjuk hanya sekedar diisyaratkan (diangkat) dan tidak menggerakkannya. “Sesungguhnya Nabi berisyarat dengan telunjuknya bila beliau berdoa dan beliau tidak mengerak-gerakkannya”. (HR Abu Daud, no:839 dan Ibn Majah)

c.     Para ulama berbeda pendapat dalam masalah mengerak-gerakkan jari telunjuk ketika tasyahud dan perbedaan tersebut terdiri dari tiga pendapat :

·        Pertama : Tidak digerak-gerakkan (mengambil hadits yang kedua). Ini merupakan pendapat Abu Hanifah dan pendapat yang paling kuat dikalangan orang-orang Syafiiyyah dan Hanbaliyah dan ini juga merupakan pendapat Ibnu Hazm.

·        Kedua : Digerak-gerakkan (mengambil dasar hadits kesatu). Dan ini merupakan pendapat yang kuat dikalangan orang-orang Malikiyyah dan disebutkan oleh Al-Qodhi Abu Ya’la dari kalangan Hanbaliyah dan pendapat sebagian orang-orang Hanafiyyah dan Syafiiyyah.

·        Ketiga : Ada ulama yang mengkompromikan antara dua hadits di atas, yaitu digerak-gerakkan apabila dalam keadaan berdoa, kalau tidak dalam keadaan berdoa tidak digerak-gerakkan.

Mini Galeri

Ponpes Modern Al Buruj

  • Alamat: Jl. Raya Jepara-Kudus KM 10 Cemara Kembar Ngabul Tahunan Jepara Jawa Tengah Indonesia.
  • Telepon: (0291) 344 344 1.
  • Hp: 0877 80000 667.
  • Website: www.ponpes-alburuj.com