Kaidah II

SOLUSI UNTUK MENGHINDAR DARI KHILAFIYAH

Oleh: Ustadz Abdul Baits Muchtar, Lc. MA

1.     Apabila ada masalah ibadah baik dalam sholat, puasa, zakat, haji dan ibadah lain, makasikap kita : harus selalu berpegang kepada kaidah fiqh : "Asal ibadah adalah haram"jangan kita mengerjakan dulu, sampai kita menemukan, mendengar atau membaca dasar dalil yang membolehkannya.

2.     Apabila masalah yang diselisihkan sama-sama mempunyai dasar dalil yang kuat, makasikap kita : jangan saling menyalahkan, bahkan kita harus bangga karena dapat mengerjakan sumua tuntunan Rasul dalam satu waktu / komunitas dengan berbeda cara.

 

3.     Apabila masalah yang diselisihkan berkaitan masalah hukum yang berseberangan, namun masing-masing punya dasar dalil, maka lakukan semaksimal mungkin untuk menjauh atau menghindari dari perselisihan, dengan memegang prinsip-prinsip sebagai berikut : Apabila yang diperselisihkan antara:

a.     Sunat  X  Wajib        : Sikap kita : Sebaiknya (jika memungkinkan) kita menjalankan yang wajib, krn dengan mengerjakan yg wajib kita juga dapat yg sunat. Contohnya :

i.        Perselisihan dalam hukum membaca basmalah dalam fatihah sholat.

ii.     Perselisihan dalam hukum berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung di saat wudhu.

iii.   Perselisihan dalam hukum mengusap sebagain atau keseluruhan kepala saat berwudhu.

b.     Sah X Tidak Sah (Batal)     : Sikap kita : Sebaiknya (jika memungkinkan) kita mengambil yang tidak sah (batal) untuk mengantisipasi tidak diterimanya ibadah kita, yang biasanya dengan cara mengulang ibadah tersebut. Contohnya:

i.        Perselisihan dalam hukum wudhunya seseorang setelah bersentuhan lawan jenis (bukan muhrim).

ii.     Perselisihan dalam hukum sholatnya seseorang di atas kendaraan (yang tidak melakukan gerakan yg sempurna) sementara dia punya kesempatan turun /menjalankan sholat dengan normal.

c.     Haram X Boleh : Sikap kita : Lebih baik menghindar atau tidak melakukannya, karena mengerjakan yang boleh belum tentu mendapat pahala, bahkan bisa berakibat haram. Contohnya:

i.        Sholat sunat / tahiyat masjid dilakukan setelah sholat ashar dan shubuh.

ii.     Membaca dan memegang Al Qur'an bagi orang sedang hadts besar, baik junub atau hed.

d.     Sunat / Boleh / Afdhol (Utama) : Sikap kita : sebaiknya kita melihat kondisi, situasi serta komunitas yang dihadapinya. Contohnya.

i.        Perselisihan dalam hukum Qunut dalam sholat shubuh.

ii.     Perselisihan dalam hukum Sholat qabliah maghrib (antara adzan dan iqamat).

iii.   Perselisihan dalam hukum menjamak sholat, sementara dia tidak punya udzur atau halangan yang bisa diterima.

iv.   Perselisihan dalam keutamaan melempar jumrah (waktu haji) setelah zawal (setelah dzuhur)

Mini Galeri

Ponpes Modern Al Buruj

  • Alamat: Jl. Raya Jepara-Kudus KM 10 Cemara Kembar Ngabul Tahunan Jepara Jawa Tengah Indonesia.
  • Telepon: (0291) 344 344 1.
  • Hp: 0877 80000 667.
  • Website: www.ponpes-alburuj.com