Keimanan: Ghaib

GHAIB YANG ADA & GHAIB YANG TIDAK ADA

GHAIB DALAM BAHASA:

Kata ghoib, menurut beberapa kamus arab, seperti lisaanul arab berasal dari kata ghoba (tidak tampak, tidak hadir) kebalikan dari kata hadhoro atau dhoharo (hadir atau nampak), bukan kebalikan dari kata adam (tidak ada).

Kata lain yang seakar dengan ghoib dalam bahasa kita sehari-hari adalah ghibah yang juga diambil dari bahasa Arab (tidak nampak), kemudian kata ini digunakan dalam terminologi islam untuk suatu pembicaan jelek yang ditujukan kepada orang yang tidak hadir atau tidak nampak.

 

ARTI GHAIB DALAM AL-QUR”AN:

1.     Ghaib yang berarti ada, tapi tidak bisa dilihat kecuali Allah saja.(QS. 27:65)

قُل لاَّيَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ الْغَيْبَ إِلاَّ اللهُ

2.      Ghaib yang berarti tidak ada orang lain selain dirinya: (QS.4:34), (QS. 21:49)

الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ وَهُم مِّنَ السَّاعَةِ مُشْفِقُونَ

GHAIB SECARA UMUM:

a.            Ghaib yang berarti ada, tapi tidak bisa dilihat kecuali Allah saja.

b.            Ghaib yang berarti ada, tapi bisa dilihat dengan usaha.

c.            Ghaib yang berarti tidak ada orang lain selain dirinya:

Sedangkan istilah ghaib secara umum, ada ghaib yang keberadaanya harus dilihat dengan kaca mata agama, baik itu perkara ghaib: seperti: neraka, surga, kematian, nasib, barzah, hari kiamat, atau makhluk ghaib seperti: malaikat, jin dan makhluk lain di alam ghaib yg tidak diketahui. Ada ghaib yang keberadaanya harus dilihat dengan alat mata khusus seperti kuman, janin dan benda di dasar bumi. Dan ada ghaib yang bisa dilihat oleh mata biasa seperti manusia, dan benda yang ada sekeliling kita tapi tidak bisa dijangkau oleh mata.

GHAIB DALAM TERMINOLOGI ISLAM, ada dua:

1.     Ghoib dalam istilah ilmiah / tidak masuk keimanan:

adalah ghaib yang bersifat sementara, yakni sesuatu yang keberadaanya tidak bisa ditembus oleh indra penglihatan manusia biasa sekalipun adanya sesuatu tersebut bukan di alam ghaib, tapi ada di alam nyata bersama kita, Seperti sesuatu yang di laut, di perut bumi, adanya kuman yang menempel ditubuh kita, bayi yang ada dalam kandungan dll. Dan hal ini menjadi ghoib karena mungkin factor tempat yang jauh, adanya penghalang/hijab atau hal lain yang menyebabkan kita tak dapat menjangkaunya dengan indra penglihatan kita, tapi bisa ditemukan kehadirannya dengan usaha normal lainnyaDan tidak disebut istilah ghaib lagi kalau nantinya dapat dilihat.

 2.    Ghoib yang masuk dalam istilah keimanan:

adalah sesuatu yang tidak bisa ditangkap dan tidak bisa ditemukan kehadirannya oleh usaha indra secara normal, namun semuanya ini diyakini adanya melalui al-khabar as-sadiq (pemberitaan valid) dari Allah SWT . Maka arti percaya kepada yang ghaib, yaitu mengimani adanya sesuatu "yang maujud" yang tidak dapat ditangkap oleh indra manusia biasa, tapi ada dalil dan bukti valid dari Al Qur'an yang menunjukkan  ada hal itu. seperti adanya Allah Malaikat-Malaikat, Hari akhirat dan sebagainya. Dan masih tetap akan disebut ghaib sekalipun kadang dapat dilihat oleh orang yang dikehendaki Allah.

DIFINISI GHAIB YANG MASUK KEIMANAN:

1.            Sesuatu yang tidak dapat dilihat, namun ia dapat dirasa, didengar, diketahui dan diyakini, meskipun tidak selalu demikian. Allah adalah Ghaib, malaikat adalah ghaib, surga dan neraka adalah ghaib, masa lalu adalah ghaib, masa akan datang adalah ghaib, sesuatu yang sedang terjadi di tempat lain adalah ghaib, dan jin juga merupakan bagian dari yang namanya ghaib.

2.            istilah ghaib dalam sudut pandang syariat berbeda dengan ghaib dalam istilah budaya serahi-hari. Ghaib dalam istilah syariat adalah sesuatu yang sudah pasti adanya, sedangkan dalam istilah budaya adalah sesuatu yang kadang diyakini masih ada atau sudah tidak ada. Maka, ketika ada sesuatu yang hilang sering disebut juga ghaib.

3.            Hanya Allah yang dapat mengetahui alam ghaib [An-Naml : 65]

4.            Rasulullah tidak dapat mengetahui yang ghaib, kecuali yang diwahyukan saja.“Katakanlah: ‘Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak pula aku mengetahui yang ghaib dan tidak pula aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengetahui kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.’ Katakanlah: ‘Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?’ Maka apakah kamu tidak memikirkannya?” (Al-An’am: 50)

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha“Barangsiapa menyangka bahwa Muhammad memberitakan apa yang akan terjadi esok hari, maka sungguh dia telah membuat kebohongan yang paling besar atas nama Allah”. (Imam Muslim)

5.            Para Rasul tidak mengetahui yang ghaib, kecuali mereka yang diridhoi:

(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridahiNya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan belakangnya” [Al-Jin : 26-27]

6.            Tidak boleh ada orang yang mengaku bisa melihat sesuatu yang dianggap ghaib, sekalipun pernah melihatnya. Yang membedakan boleh dan tidaknya di sini adalah dua kata: BISA & PERNAH. Pernah melihat ghaib adalah boleh, tapi bisa melihat yang ghaib itu yang tidak boleh.

Menurut Imam Abul Hasan An nadawy: " Barang siapa yang mengaku bahwa dia bisa melihat sendiri dan kapan saja tentang alam ghaib, maka dia termasuk orang pendusta yang berdosa besar".

Imam asy-Syafi’i mengatakan, “Barangsiapa yang mengaku bisa melihat jin maka syhadat(persaksiannya) tidak dapat diterima kecuali dia seorang Nabi.” (Fathul Baari, 4/489)

7.            Manusia tidak ada yang mampu melihat bangsa Jin secara hakiki dalam rupanya yang asli, tetapi syaithan-syaithan itulah yang merasuki mereka para penyihir dan dukun, lalu berbicara lewat mereka dan melihat Jin dalam rupannya yang asli, ketika itulah orang tersebut mengabarkan bahwa mereka melihat bangsa Jin kapan datang dan perginya sedangkan orang-orang yang ada disekeliling mereka tidak melihat apapun

 TUJUAN BERIMAN KEPADA YANG GHAIB:

1.            Ikhlas beramal karena Allah semata, atau untuk memperolehi pahala, bukan menginginkan balasan dunia dan pujian manusia.

2.          Menjaga ketenangan dan ketentraman hidup manusia, sebab kalau manusia mengetahui alam ghaib membuat hidupnya akan gelisah.

3.         Ujian bagi orang yang beriman dalam menghadapi cobaan dan kemaksiatan.

4.            Agar manusia tidak sombong dan mendahului kekuasaan Allah, seperti kalau mengetahui nasibnya akan baik.

5.            Mengingatkan bahwa dunia beserta kenikmatannya tidak kekal.

6.            Kuat, tegas dan tegar, karena ada janji Allah yang tidak kelihatan.

7.            Menjaga diri dan hat-hati dalam bertindak, karena takut erhadap siksa Allah yang ghaib.

 MASALAH LAIN YANG MEMPUNYAI ARTI GHAIB:

1.          Sholat Ghaib: Shalat Ghaib adalah shalat jenazah yang dilakukan seseorang ketika jasad si mayit sudah dimakamkan, atau shalat yang dilakukan dari jarak yang jauh dari si mayit. keputusan lewat pendapat Imam Ibnu Hajar yang menyatakan: "Tak perlu Shalat Ghaib bagi seorang yang meniggal di dalam satu negeri. " Rasulullah pernah menyalati seorang muslim Najasyi yang meninggal sewaktu berada di Madinah (HR Bukhari dan Muslim).

2.            Gibah/Gosip, yaitu ucapan menggunjing atau mengumpat kepada orang lain yang sedang tidak hadir / ghoib.

3.            Wali Ghaib, yaitu pernikahan yang dilaksanakan tanpa kehadiran wali.

Mini Galeri

Ponpes Modern Al Buruj

  • Alamat: Jl. Raya Jepara-Kudus KM 10 Cemara Kembar Ngabul Tahunan Jepara Jawa Tengah Indonesia.
  • Telepon: (0291) 344 344 1.
  • Hp: 0877 80000 667.
  • Website: www.ponpes-alburuj.com