Wawasan: Kepribadian Rasulullah

RASULULLAH DALAM AL QUR'AN

Oleh : Ustadz Abdul Baits Muchtar, Lc. MA

 

1.     Muhammad Shollallahu ‘Alaihi Wasallama  sebagai Yatim:

"Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu". (adh dhuha: 6). Pelajaran dari ayat ini adalah:

-         Ayat ini mengangkat martabat anak yatim yang merupakan symbol dari orang yang paling lemah, karena tak punya orang tua, sebagaimana yang dialami oleh Rasulullah sendiri.

-         Ayat ini memerintahkan agar kita bisa melindungi anak yatim, dan tidak menggunakan sifat qahr (berlaku sewenang-wenang) dalam mendidikknya.

 

2.    Muhammad Shollallahu ‘Alaihi Wasallama  sebagai Rasul:

"Itu adalah ayat-ayat Allah. Kami bacakan kepadamu dengan hak (benar) dan sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara  Nabi-nabi yang diutus". (Al Baqarah :252) dan ( Yasin: 3). Ayat ini mengajarkan:

-         Mengimani sepenuhnya bahwa Rasulullah Muhammad adalah benar-benar utusan yang dijadikan salah satu tanda-tanda kebesaran Allah.

-         Sosok Muhammad sebagai figur laki-laki utusan Allah  sangatlah diagungkan oleh umat Islam. Hanya saja tingkat figuritas dan tauladan ini tidak boleh menyeret umat ini untuk menuhankannya atau menganaktuhankannya. makanya dalam ayat selalu disebut huruf lam taukid (penegasan) agar manusia menghayati tujuan kalimat tersebut.

3.    Muhammad Shollallahu ‘Alaihi Wasallama  sebagai seorang ummy:

    Katakanlah: "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan yang mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk. ( al-a'raaf: 158). Ayat ini menegaskan bahwa:

-         Rasulullah adalah seorang yang tak dapat membaca dan menulis, namun keintlektualan akalnya dan kedalaman ilmunya yang luar biasa merupakan anugerah Allah yang tidak diberikan kepada setiap orang.

-         Ayat ini juga menafikan bahwa alqur'an yang merupakan wahyu Allah, tidaklah dibuat-buat, direkayasa, atau disadur dari kitab lain oleh Rasulullah, karena hal itu tak mungkin dilakukan oleh orang yang ummi.

-         karakteristik spiritual yang ada pada diri Rasul yang ummi dalam al-Al Qur-an sehingga membuat kuatnya umat Islam dalam memegang ajaran.

4.    Muhammad Shollallahu ‘Alaihi Wasallama  sebagai rahmat:

"Dan tidaklah Kami utus wahai Muhammad melainkan sebagai rahmat untuk seluruh alam"  (al-Anbiya: Ayat 107).Rahmat yang maksud oleh para ahli tafsir tersebut diantaranya adalah:

-         Rasulullah membangkitkan umat dari lembah kebodohan, kemusyrikan dan penindasan menuju kehidupan yang penuh peradaban yang tinggi, jauh dari sesembahan yang tak ada guna dan mengangkat kesetaraan manusia di sisi Allah sama.

-         Rasulullah membawa syariah, yaitu suatu peraturan dan undang-undang yang menuntut kedisiplinan dalam menata hubungan antara manusia dengan Tuhannya, manusia dengan makhluk lain ciptaan Allah, dan juga antara manusia sesama manusia baik secara individu maupun kelompok social kemasyarakatan.

-         Mengangkat derajat wanita, memberantas perbudakan, menghentikan tradisi peperangan, menyatukan antar suku, golongan dan ras serta si kaya dan miskin

-         Secara meyakinkan, dalam kariernya selama 23 tahun, Rasulullah telah memperlihatkan bukan saja sebagai seorang yang melakukan reformasi moral melalui karier kenabian, tetapi juga reformasi sosial, bahkan politik, melalui pembentukan sistem masyarakat dan politik yang ada dalam al quran.

5.    Muhammad Shollallahu ‘Alaihi Wasallama  sebagai uswah (teladan):

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah".( al ahzab: 21). Para ulama menjelaskan bahwa:

-         Kata uswah adalah sifat yang hanya layak disandang oleh Rasul, karena arti uswah adalah teladan yang permanent bukan sesaat, walaupun kadang kata sering kita gunakan untuk memberi predikat baik  pada seseorang yang kita kagumi.

-         Keteladanan yang menggunakan kata uswah adalah keteladan yang bersifat syumul (comprehensive), berarti orang tersebut tidak boleh diragukan sedikitpun dalam hal kita meniru dan mengikuti, baik dalam ucapannya maupun tindakannya.

6.    Muhammad Shollallahu ‘Alaihi Wasallama  sebagai khotamul ambiya:

"Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Al Ahzab 33:40). Ayat ini memberi pengertian bahwa:

-         Rasulullah adalah Nabi dan Rasul terakhir, dan menafikan status kenabian apapun setelah meninggalnya beliau.

-         Syariah yang dibawa Rasulullah Muhammad adalah syariah yang paling sempurna, bisa digunakan kapan dan di mana saja, karena jika belum sempurna, niscaya Allah akan mengutus Nabi lagi untuk menyempurnakannya.

 

KESIMPULAN:

Rasulullah dalam pandangan Isalam dan al qur'an bukan hanya terbatas pada pembahasan kita kali ini saja, namun di sana masih banyak keagungan dan kemuliaan tetang sosok Muhammah Rasulullah saw, Muhammad sebagai hambah Allah yang baik, Nabi, Muhammad sebagai Prajurit, Muhammad sebagai Pengusaha, ekonom, Muhammad sebagai politikus, Muhammad sebagai Pengkhotbah (Da'i), Muhammad sebagai Negarawan, Muhammad sebagai Filosofi, Muhammad sebagai Pembaharu, Muhammad sebagai Pelindung anak yatim, Muhammad sebagai Pembela budak, Muhammad sebagai Pembebas wanita, Muhammad sebagai komandan perang, Muhammad sebagai hakim, Muhamamd sebagai Orang suci, Muhammad sebagai seorang Ilmuwan, didalam semua peran yang mulia ini dan didalam semua aktivitas kemanusiaan, beliau benar-benar seorang pahlawan.

Maka patut kita menjadikannya sebagai Rasul manusia sempurna pilihan Allah, yang harus kita teladani semua uacapan dan prilakunya, kita ikuti semua ajarannya, kita jauhi semua larangannya.

Mini Galeri

Ponpes Modern Al Buruj

  • Alamat: Jl. Raya Jepara-Kudus KM 10 Cemara Kembar Ngabul Tahunan Jepara Jawa Tengah Indonesia.
  • Telepon: (0291) 344 344 1.
  • Hp: 0877 80000 667.
  • Website: www.ponpes-alburuj.com