Thaharah

THAHAROH SEBAGAI SARANA PERDANA DALAM IBADAH

Oleh: Ustadz Abdul Baits Muchtar, Lc.MA

DIFINISI THAHARAH:

Thaharoh adalah suatu sarana pra syarat pada suatu amalan ibadah tertentu, sebelum kita mulai segala sesuatunya. Maka dalam hal ini para ulama menganggap thaharah sebagai persyaratan mutlak yang wajib hukumnya dilakukan untuk memenuhi persyaratan agar bisa diterimanya suatu amal ibadah, seperti sholat, thawaf, baca alqur'an dll, contohnya:

  1. Sholat – butuh wudhu/tayammum – butuh thaharoh – butuh sarana suci  – butuh cara yang benar.
  2. Sholat – butuh pakaian suci – butuh thaharoh – butuh sarana suci – butuh  cara yang benar.
  3. Sholat -  butuh mandi junub – butuh thaharah – butuh saran suci – butuh cara yang benar.

PERBEDAAN ANTARA SUCI DAN BERSIH DLM THAHAROH

1.      Suci adalah suatu sarana thaharoh tertentu seperti air dan debu yang menurut normative syariah sah digunakan untuk menghilangkan najis dan hadats baik besar maupun kecil. Dan lawan kata suci disini adalah najis.

2.      Bersih adalah suatu sarana thoharoh tertentu seperti air, debu atau tempat dll yang dianggap kotor secara lahiriyah. Dan kata bersih di sini tidak ada kaitannya dengan hukum thaharoh.

Maka setiap sesuatu yang suci belum tentu bersih, dan setiap sesuatu yang bersih belum tentu suci, walaupun tujuan bersesuci (thaharoh) adalah untuk membersihkan anggota lahiriyah dan terutama yang ma'nawiyah (batin).  

SARANA THAHAROH:

Sarana untuk bersesuci diantaranya adalah: air, debu, kerikil.

AMALAN IBADAH YANG MEMERLUKAN THAHAROH:

Tujuan bersesuci dengan menggunakan sarana-sarana di atas, hanya untuk empat macam amalan ibadah berikut ini:

1.     Untuk berwudhu.

2.     Untuk mandi / memandikan mayyit.

3.     Untuk tayammum.

4.     Untuk menghilangkan najis.

KELEBIHAN AIR & DEBU SEBAGAI SARANA THAHAROH:

Air dan debu masing-masing mempunyai keistimewaan dan rahasia tersendiri, sehingga dijadikan sebagai sarana thaharah (bersesuci) dalam islam, diantaranya:

1.      Air merupakan asal kejadian manusia. (Surat at thaariq: 6)

2.      Air sarana fital makhluk hidup, baik manusia maupun makhluk lainnya, maka air identik dengan lambing kehidupan, sebagaimana firman Allah: "Kami jadikan air segala sesuatu bisa hidup".

3.      Air sebagai alat peredam panas, baik panas lahiriyah, seperti api, sinar, haus, demam dll maupun panas batiniyah seperti, dendam, dengki, marah dll, seperti beberapa riwayat hadits, tentang Rasulullah memerciki air ke orang sedang sakit demam, Rasulullah memerintahkan berwudhu bagi orang yang sedang marah dll.

4.      Debu juga merupakan asal diciptakannya manusia. (surat al mu'minuun : 12).

 PEMBAGIAN AIR DALAM BAB THAHAROH: SUCI & NAJIS

A. AIR YANG SUCI: Terbagi menjadi dua macam:

1. Air suci yang sah untuk menghilangkan najis dan hadats:

a.            Air yang masih bersih alami, belum berubah karena olah manusia, seperti: air hujan, air sumur, mata air, air embun, air laut, air sungai, air salju. Dasar dalilnya, al qur'an: " dan kami turunkan dari langit air yang sangat bersih" (al furqan: 48). Hadits, Nabi ketika ditanya tentang air laut: " suci airnya, halal bangkai hewannya".

b.            Air yang berubah salah satu sifatnya yang tiga (bauh, warna dan rasa) disebabkan oleh sesuatu benda suci yang alami, seperti: air berlumut, air banjir, air dedaunan dll.

2. Air suci yang tidak sah untuk menghilangkan najis dan hadats:

a.            Air bekas menghilangkan najis dan hadas yang kurang dua qullah ( kira-kira 200-300 cm persegi / sekitar 230 liter)   

b.            Air yang berubah sifatnya yang tiga, karena campuran benda yang suci, seperi, air kopi, teh, sirup dll, sekalipun lebih dari dua qullah.

B. AIR YANG NAJIS: Terbagi menjdai 3 macam:

1.            Air yang terkena najis yang kurang dari ukuran dua qullah, baik berubah sifatnya atau tidak.

2.            Air yang terkena najis yang lebih dari ukuran dua qullah / banyak, tapi berubah salah satu sifatnya.

3.            Air yang berubah semua tiga sifatnya, karena campuran dari suatu benda yang diragukan kesuciannya, sekalipun ukuran air tersebut banyak, seperti air limbah dll.

AIR DI LUAR THAHARAH:

Sedangkan pembahasan air di luar bab thaharoh ini, ada bebebera macam, seperti:

a.            Air suci yang tidak boleh digunakan untuk keperluan apapun, seperti air mani / sperma.

b.            Air yang boleh digunakan untuk pakaian, bukan untuk anggota badan, seperti air di bejana seng yang kena panas sinar matahari secara langsung.

c.            Air  yang suci menjadi haram, seperti air liur, dahak, ingus, air curian dll.

d.           Air yang dimakruhkan penggunaanya, seperti air yang sangat panas atau dingin.

CARA EKONOMIS RASULULLAH DALAM BERSESUCI:

1.            Ketika berwudhu, beliau menggunakan air hanya satu mud (sekitar 800 ml) : (Hadits riwayat  Bukhori muslim).

2.            Ketika mandi, beliau menggunakan air hanya satu sho' (sekitar 3, 2 liter) sampai lima mud (sekitar 4 liter). (Hadits riwayat Bukhori muslim).

3.            Ketika bertayammum, beliau mengusap muka dan kedua tangan dengan debu yang tipis, itupun setelahnya ditiup oleh beliau. (Hadits riwayat Bukhori muslim).

Mini Galeri

Ponpes Modern Al Buruj

  • Alamat: Jl. Raya Jepara-Kudus KM 10 Cemara Kembar Ngabul Tahunan Jepara Jawa Tengah Indonesia.
  • Telepon: (0291) 344 344 1.
  • Hp: 0877 80000 667.
  • Website: www.ponpes-alburuj.com